Berkesempatan mengunjungi
bandara Baru di Sumatra Utara. Bandara ini terletak di Kecamatan Beringin, sekitar
40 km kearah tenggara dari Kota Medan. Pembangunan bandara ini sudah berjalan
sejak tahun 2005 dan mulai beroperasi sebagai pelabuhan udara
baru pada bulan Agustus 2013. Saat ini masyarakat Sumatra Utara masih
terbiasa menyebut bandara Kualanamu sebagai “Bandara Baru” dan bandara Polonia
sebagai “Bandara Lama”, terkait hal tersebut menjadi tugas kita bersama untuk
menyosialisasikan sebutan bandara Kualanamu sebagai Kualanamu International
Airport (KNIA).
| Check In Counter |
Hingga 12 Februari 2013 lalu,
kondisi bandara Kualanamu memang sudah hampir selesai dikerjakan. Pekerja masih
menyempurnakan proses akhir pembangunan dan melengkapi kekurangan infrastruktur
menuju ke Bandara Kualanamu. Secara fisik, bangunan yang sudah selesai dibangun
adalah Terminal Utama. Bangunan ini berada persis ditengah-tengah dari kedua
bangunan terminal lain (berfungsi sebagai pier)
yang nantinya akan mengapitnya. Masa bangunanTerminal Utama dibagi 2 bagian.
Bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan terdiri dari 3 level, yaitu lantai satu, lantai
mezzanine, dan lantai dua. Dari permukaan tanah, ketinggian level lantai adalah
nol meter untuk lantai satu, lima meter untuk lantai dua, dan sebelas meter
untuk lantai tiga. Peruntukan lantai satu adalah untuk terminal kedatangan,
lantai dua untuk area komersil dan hotel bandara, sedangkan lantai tiga untuk
area check in keberangkatan. Sedangkan
bagian belakang Terminal Utama terdiri dari 2 level, yaitu lantai satu
berfungsi sebagai area kedatangan ketika penumpang turun dari pesawat dan
lantai dua berfungsi sebagai area steril dimana penumpang akan menunggu pesawat
sebelum diberangkatkan. Dari permukaan tanah, level satu tepat berada di posisi
nol meter, sedangkan level dua berada di ketinggian enam meter dari permukaan tanah.
Hal ini berarti level dua bagian belakang lebih tinggi dari lantai mezzanine di
bagian depan Terminal Utama.
| Waiting Lounge |
Mengusung konsep shopping airport, area check in tidak
lagi dibatasi oleh sekat masif maupun kaca. Nantinya penumpang yang didampingi
para pengantar bebas melakukan check in di counter-counter yang tersebar di
lantai satu dan bebas keluar masuk hingga waktu boarding tiba. Bagasi penumpang juga akan dipiliah secara otomatis
menggunakan barcode sesuai
penerbangan masing-masing. Membayangkan bentuk bandara Kualanamu, akan lebih
mudah jika Anda pernah mengunjungi Bandara Suvarnabhumi di Bangkok. Menurut
pengamatan saya, bentuk dan layout-nya
hampir mirip. Nantinya bandara Kualanamu akan terlihat megah dan membanggakan
dengan nuansa pohon kelapa sawit sebagai atapnya. Bentuk menyerupai pohon
kelapa sawit dipilih karena lokasi bandara Kualanamu sebelumnya merupakan
perkebunan Kelapa Sawit. Bahkan disekeliling bandara ini masih dijumpai
perkebunan Kelapa Sawit lain yang masih sangat besar dan rimbun.
| Koridor Kanan |
Ketika anda bepergian melalui
Bandara Kualanamu, stelah check in,
maka anda akan masuk kesebuah ruangan steril untuk menunggu pemberangkatan
pesawat. Panjang Terminal Utama ini lebih dari 550 meter, dan di area steril
tadi –yaitu di lantai dua massa bangunan bagian belakang- anda akan menemukan 8
pintu menuju pesawat yang semuanya dilengkapi dengan garbarata. Konon dari 8
pintu tadi akan difungsikan sebanyak 6 pintu untuk jalur penerbangan domestik
dan sisa 2 pintu lainnya akan digunakan untuk penerbangan internasional.
| Koridor Kiri |
Pembagiannya, sisi kanan area
tunggu digunakan untuk penerbangan domestik dan sisi kiri untuk penerbangan
internasional. Di sisi kiri sudah dilengkapi meja-meja imigrasi dan area untuk
pemeriksaan cukai. Boleh jadi bandara Kualanamu ketika nanti beroperasi pada
Agustus mendatang akan menjadi bandara paling modern di Indonesia.
| Area Imigrasi |
Pemindahan
dari Polonia ke Kualanamu
Dari berbagai sumber, saya mendapatkan
informasi bahwa Bandara Polonia saat ini menghambat pertumbuhan kota Medan,
dengan adanya bandara di tengah-tengah kota, otomatis tidak boleh ada
pembangunan vertikal demi keselamatan penerbangan. Ya benar, alasan
keselamatan, pada September 2005 lalu pesawat Mandala Airlines jatuh sesaat
setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur
Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga
yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara
yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali
seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih
sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya juga merupakan
faktor direncanakannya pemindahan bandara.
| Gerbang Utama menuju Kualanamu Airport |
Pemindahan bandara ke tempat lain
yang lebih jauh dari pusat kota, harus menyediakan juga angkutan publik yang
sesuai. Pemerintah menyediakan kereta api dari kota Medan langsung menuju
Bandara Kualanamu. Konon tarif yang akan dipatok untuk penumpang sekali jalan
berkisar antara 50 hingga 80 ribu rupiah. Saat ini sudah tersedia single track
yang menghubungkan kota Medan dan bandara Kualanamu. Rencananya akan dibangun
double track di masa mendatang, setelah masalah kemacetan di kota Medan
terurai. Menurut kabar, rute Medan ke Kualanamu melewati 16 perlintasan yang
pasti akan menyebabkan kemacetan keteka pintu rel ditutup ketika lewat. Itu baru
rel tunggal, bagaimana jika rel ganda langsung dioperasikan. Selain menelan
biaya dua kali lipat dan dikhawatirkan akan menambah kemacetan di kota Medan.
| Stasiun Kereta menghubungkan Bandara dan Kota Medan |
Stasiun kereta di lingkungan bandara
Kualanamu bernama Stasiun Aras Kabu, letaknya hanya berjarak sekitar 450 meter
dari Terminal Utama. Ketika sampai di stasiun ini, penumpang akan terhubung
dengan fasilitas canggih pejalan kaki yang memang sudah disiapkan untuk menuju
bangunan terminal. Stasiun Aras Kabu sendiri terhubung ke Stasiun Medan dengan
jarak panjang rel 22,96 km. Diperkirakan jarak tempuh dari Medan hingga Kualanamu
akan berkisar antara 16-30 menit.
Penyempurnaan
Kualanamu
Ketika bandara Kualanamu
beroperasi nanti, pembangunan fisik Bandara lainnya akan terus dikerjakan,
misalnya pembangunan pier di sisi kanan dan kiri yang akan mengapit Terminal
Utama. Pier ini berfungsi ketika
pesawat-pesawat mendarat sebagai akses naik dan turun penumpang. Di masa
mendatang pasti jumlah penerbangan akan semakin banyak jadi persiapan
mengantisipasi hal tersebut sudah dipersiapkan. Selain pier, landasan pacu
disisi barat juga akan dikerjakan. Saat ini bandara Kualanamu baru memiliki
satu landasan pacu disisi timur. Jalur pesawat tinggal landas yang sering
disebut tarmac di bandara Kualanamu
ini mempunyai panjang 3750 meter dan lebar 60 meter. Tarmac juga dilengkapi
dengan taxiway ganda untuk mobilisasi
pesawat menuju/dari terminal. Sudah pasti dari segi fisik, bandara Kualanamu
lebih besar dan memadai daripada bandara Polonia.
Ditenggat waktu pengoperasian pada
Agustus 2013, pengerjaan bandara Kualanamu menemui beberapa hambatan.
Mulai dari ketersediaan listrik, air, hingga infrastruktur dari dan ke bandara.
Semuanya masih terus disempurnakan. Memang sudah ada fasilitas kereta api dan
sudah diuji coba oleh Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, namun tetap
infrastruktur utama jalan raya masih dirasa belum siap. Hingga Februari 2013, jalan
bebas hambatan hingga jalan alternatif lain masih belum maksimal.
Konon dengan letaknya yang sangat
strategis di Sumatera Utara, pesawat dengan rute Asia-Eropa bila mendarat atau transit di bandara ini bisa menghemat konsumsi
bahan bakar daripada singgah di bandara Kuala Lumpur atau Singapura. Paling
tidak mempersingkat jarak tempuh sekitar 10 menit, dengan kalkulasi tertentu
untuk perhitungan bahan bakar pesawat, pasti selisih setidaknya 10 menit
tersebut akan memberikan keuntungan lebih untuk perusahaan maskapai. Belum lagi
tarif parkir pesawat ketika mendarat di Kualanamu yang kemungkinan akan lebih
rendah .
| Facade Kualanamu |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar