Selasa, 10 Desember 2013

Kualanamu - Medan, Sumatera Utara

Berkesempatan mengunjungi bandara Baru di Sumatra Utara. Bandara ini terletak di Kecamatan Beringin, sekitar 40 km kearah tenggara dari Kota Medan. Pembangunan bandara ini sudah berjalan sejak tahun 2005 dan  mulai beroperasi sebagai pelabuhan udara baru pada bulan Agustus 2013. Saat ini masyarakat Sumatra Utara masih terbiasa menyebut bandara Kualanamu sebagai “Bandara Baru” dan bandara Polonia sebagai “Bandara Lama”, terkait hal tersebut menjadi tugas kita bersama untuk menyosialisasikan sebutan bandara Kualanamu sebagai Kualanamu International Airport (KNIA).

Check In Counter
Hingga 12 Februari 2013 lalu, kondisi bandara Kualanamu memang sudah hampir selesai dikerjakan. Pekerja masih menyempurnakan proses akhir pembangunan dan melengkapi kekurangan infrastruktur menuju ke Bandara Kualanamu. Secara fisik, bangunan yang sudah selesai dibangun adalah Terminal Utama. Bangunan ini berada persis ditengah-tengah dari kedua bangunan terminal lain (berfungsi sebagai pier) yang nantinya akan mengapitnya. Masa bangunanTerminal Utama dibagi 2 bagian. Bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan terdiri  dari 3 level, yaitu lantai satu, lantai mezzanine, dan lantai dua. Dari permukaan tanah, ketinggian level lantai adalah nol meter untuk lantai satu, lima meter untuk lantai dua, dan sebelas meter untuk lantai tiga. Peruntukan lantai satu adalah untuk terminal kedatangan, lantai dua untuk area komersil dan hotel bandara, sedangkan lantai tiga untuk area check in keberangkatan. Sedangkan bagian belakang Terminal Utama terdiri dari 2 level, yaitu lantai satu berfungsi sebagai area kedatangan ketika penumpang turun dari pesawat dan lantai dua berfungsi sebagai area steril dimana penumpang akan menunggu pesawat sebelum diberangkatkan. Dari permukaan tanah, level satu tepat berada di posisi nol meter, sedangkan level dua berada di ketinggian enam meter dari permukaan tanah. Hal ini berarti level dua bagian belakang lebih tinggi dari lantai mezzanine di bagian depan Terminal Utama.
Waiting Lounge
Mengusung konsep shopping airport, area check in tidak lagi dibatasi oleh sekat masif maupun kaca. Nantinya penumpang yang didampingi para pengantar bebas melakukan check in di counter-counter yang tersebar di lantai satu dan bebas keluar masuk hingga waktu boarding tiba. Bagasi penumpang juga akan dipiliah secara otomatis menggunakan barcode sesuai penerbangan masing-masing. Membayangkan bentuk bandara Kualanamu, akan lebih mudah jika Anda pernah mengunjungi Bandara Suvarnabhumi di Bangkok. Menurut pengamatan saya, bentuk dan layout-nya hampir mirip. Nantinya bandara Kualanamu akan terlihat megah dan membanggakan dengan nuansa pohon kelapa sawit sebagai atapnya. Bentuk menyerupai pohon kelapa sawit dipilih karena lokasi bandara Kualanamu sebelumnya merupakan perkebunan Kelapa Sawit. Bahkan disekeliling bandara ini masih dijumpai perkebunan Kelapa Sawit lain yang masih sangat besar dan rimbun.
Koridor Kanan
Ketika anda bepergian melalui Bandara Kualanamu, stelah check in, maka anda akan masuk kesebuah ruangan steril untuk menunggu pemberangkatan pesawat. Panjang Terminal Utama ini lebih dari 550 meter, dan di area steril tadi –yaitu di lantai dua massa bangunan bagian belakang- anda akan menemukan 8 pintu menuju pesawat yang semuanya dilengkapi dengan garbarata. Konon dari 8 pintu tadi akan difungsikan sebanyak 6 pintu untuk jalur penerbangan domestik dan sisa 2 pintu lainnya akan digunakan untuk penerbangan internasional.
Koridor Kiri
Pembagiannya, sisi kanan area tunggu digunakan untuk penerbangan domestik dan sisi kiri untuk penerbangan internasional. Di sisi kiri sudah dilengkapi meja-meja imigrasi dan area untuk pemeriksaan cukai. Boleh jadi bandara Kualanamu ketika nanti beroperasi pada Agustus mendatang akan menjadi bandara paling modern di Indonesia.




Area Imigrasi
Pemindahan dari Polonia ke Kualanamu
Dari berbagai sumber, saya mendapatkan informasi bahwa Bandara Polonia saat ini menghambat pertumbuhan kota Medan, dengan adanya bandara di tengah-tengah kota, otomatis tidak boleh ada pembangunan vertikal demi keselamatan penerbangan. Ya benar, alasan keselamatan, pada September 2005 lalu pesawat Mandala Airlines jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya juga merupakan faktor direncanakannya pemindahan bandara.
Gerbang Utama menuju Kualanamu Airport
Pemindahan bandara ke tempat lain yang lebih jauh dari pusat kota, harus menyediakan juga angkutan publik yang sesuai. Pemerintah menyediakan kereta api dari kota Medan langsung menuju Bandara Kualanamu. Konon tarif yang akan dipatok untuk penumpang sekali jalan berkisar antara 50 hingga 80 ribu rupiah. Saat ini sudah tersedia single track yang menghubungkan kota Medan dan bandara Kualanamu. Rencananya akan dibangun double track di masa mendatang, setelah masalah kemacetan di kota Medan terurai. Menurut kabar, rute Medan ke Kualanamu melewati 16 perlintasan yang pasti akan menyebabkan kemacetan keteka pintu rel ditutup ketika lewat. Itu baru rel tunggal, bagaimana jika rel ganda langsung dioperasikan. Selain menelan biaya dua kali lipat dan dikhawatirkan akan menambah kemacetan di kota Medan.
Stasiun Kereta menghubungkan Bandara dan Kota Medan
Stasiun kereta di lingkungan bandara Kualanamu bernama Stasiun Aras Kabu, letaknya hanya berjarak sekitar 450 meter dari Terminal Utama. Ketika sampai di stasiun ini, penumpang akan terhubung dengan fasilitas canggih pejalan kaki yang memang sudah disiapkan untuk menuju bangunan terminal. Stasiun Aras Kabu sendiri terhubung ke Stasiun Medan dengan jarak panjang rel 22,96 km. Diperkirakan jarak tempuh dari Medan hingga Kualanamu akan berkisar antara 16-30 menit.

Penyempurnaan Kualanamu
Ketika bandara Kualanamu beroperasi nanti, pembangunan fisik Bandara lainnya akan terus dikerjakan, misalnya pembangunan pier di sisi kanan dan kiri yang akan mengapit Terminal Utama.  Pier ini berfungsi ketika pesawat-pesawat mendarat sebagai akses naik dan turun penumpang. Di masa mendatang pasti jumlah penerbangan akan semakin banyak jadi persiapan mengantisipasi hal tersebut sudah dipersiapkan. Selain pier, landasan pacu disisi barat juga akan dikerjakan. Saat ini bandara Kualanamu baru memiliki satu landasan pacu disisi timur. Jalur pesawat tinggal landas yang sering disebut tarmac di bandara Kualanamu ini mempunyai panjang 3750 meter dan lebar 60 meter. Tarmac juga dilengkapi dengan taxiway ganda untuk mobilisasi pesawat menuju/dari terminal. Sudah pasti dari segi fisik, bandara Kualanamu lebih besar dan memadai daripada bandara Polonia.
Ditenggat waktu pengoperasian pada Agustus 2013, pengerjaan bandara Kualanamu menemui beberapa hambatan. Mulai dari ketersediaan listrik, air, hingga infrastruktur dari dan ke bandara. Semuanya masih terus disempurnakan. Memang sudah ada fasilitas kereta api dan sudah diuji coba oleh Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, namun tetap infrastruktur utama jalan raya masih dirasa belum siap. Hingga Februari 2013, jalan bebas hambatan hingga jalan alternatif lain masih belum maksimal.
Konon dengan letaknya yang sangat strategis di Sumatera Utara, pesawat dengan rute Asia-Eropa bila mendarat atau transit di bandara ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar daripada singgah di bandara Kuala Lumpur atau Singapura. Paling tidak mempersingkat jarak tempuh sekitar 10 menit, dengan kalkulasi tertentu untuk perhitungan bahan bakar pesawat, pasti selisih setidaknya 10 menit tersebut akan memberikan keuntungan lebih untuk perusahaan maskapai. Belum lagi tarif parkir pesawat ketika mendarat di Kualanamu yang kemungkinan akan lebih rendah .
               
Facade Kualanamu
Bandara Kualanamu yang mempunyai luas total sekitar 1365 hektar siap menampung 1400 mobil yang akan parkir dan memobilisasi 8.1 juta penumpang setiap tahunnya untuk rute domestik dan internasional. Semoga bandara Kualanamu menjadi kebanggaan Indonesia dan siap menyambut siapa saja yang datang ke Sumatera Utara.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar